Perbedaan Smart Building dan Green Building di Indonesia

Green Building di Indonesia

Green building di Indonesia memiliki konsep tersendiri yang membedakannya dengan jenis bangunan lainnya. Meski begitu, masih ada sebagian orang yang menyamakannya dengan smart building. Padahal, kedua konsep bangunan tersebut memiliki perbedaan yang cukup mencolok.

Hal yang Membedakan Smart Building dan Green Building di Indonesia

Agar tidak salah dalam mengenali smart building dengan bangunan hijau, lebih baik mencermati hal-hal yang membedakan keduanya pada uraian di bawah ini.

Penerapan Teknologi

Salah satu hal yang membedakan kedua konsep bangunan tersebut ialah penerapan teknologinya. Pada dasarnya, smart building lebih menonjolkan penggunaan teknologi mutakhir dalam mendesain bangunannya. Adapun salah satu contohnya yaitu dengan menyematkan pengaturan pencahayaan maupun suhu ruangan yang otomatis.

Lampu dan suhu ruangan bisa bekerja secara otomatis sesuai dengan keberadaan penghuninya. Apabila penghuninya tidak ada di rumah, lampu dan suhu ruangan akan menyesuaikannya. Hal ini memungkinkan penggunaan energi jadi lebih efisien.

Dari sini bisa kita ketahui bahwa smart building seringkali menggunakan teknologi canggih seperti halnya kecerdasan buatan, IoT, dan big data. Teknologi tersebut digunakan dalam mengelola sistem bangunan agar terintegrasi dan berjalan secara otomatis.

Lain halnya dengan bangunan hijau. Bangunan hijau menggunakan teknologi yang ada kaitannya dengan pengelolaan lingkungan dan sumber daya terbarukan. Hal ini lantaran bangunan hijau memang lebih berorientasi dalam mengelola sumber daya alam, baik itu energi maupun air.

Dampak yang Ditimbulkan

Perbedaan antara smart building dan green building di Indonesia juga dilihat dari dampaknya. Perlu untuk diketahui bahwa bangunan hijau membantu untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan. Karena hal itu, lingkungan tidak akan tercemar.

Alih-alih menimbulkan pencemaran, lingkungan justru bisa tetap asri ketika menerapkan konsep bangunan hijau. Hal ini berdampak positif terhadap kualitas udara yang ada di sekitarnya. Hawa udara terasa menyegarkan dan suasananya pun menyejukkan.

Sementara untuk smart building, seringkali berkontribusi terhadap efisiensi energi. Selain itu, konsep bangunan yang satu ini juga berkaitan dengan pengelolaan sumber daya secara mutakhir. Pengelolaannya jauh lebih cerdas.

Persamaan Smart Building dan Bangunan Hijau

Meski memiliki perbedaan yang cukup mencolok, kedua konsep bangunan ini juga mempunyai persamaan. Adapun persamaannya, yaitu sama-sama bisa menciptakan bangunan yang ramah lingkungan. Kendati demikian, smart building juga fokus dalam menghemat energi.

Dari perbedaan dan persamaan ini, bisa jadi pertimbangan apakah ingin menerapkan konsep bangunan hijau atau smart building. Hal tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Terlepas dari hal itu, green building di Indonesia senantiasa menguntungkan pemilik bangunan. Penghuninya bisa merasa nyaman dan tak perlu khawatir kesehatan akan terganggu. Semakin curi perhatian karena konsep bangunan hijau bisa meminimalisir emisi karbon, sehingga tak menyumbang pemanasan global yang jadi sorotan dunia saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *